Apa Yang Dimaksud Dengan Hutan

Apa Yang Dimaksud Dengan Hutan – ), setara dengan kehilangan area hutan seukuran lapangan sepak bola setiap 6 detik sepanjang tahun. Data tersebut dipublikasikan oleh University of Maryland (UMD) dan dipublikasikan di platform Global Forest Watch (GFW).

Sejak diluncurkan pada tahun 2014, misi utama GFW adalah mempromosikan penyebaran data dan informasi ilmiah terkait hutan dunia dalam rangka melindungi hutan dan menghentikan deforestasi. Memahami bahwa setiap negara memiliki metode dan definisi yang berbeda, GFW menggunakan metode dan definisi yang memungkinkan pengguna untuk secara konsisten menghitung dan membandingkan kehilangan tutupan pohon dan kehilangan tutupan hutan antar negara.

Apa Yang Dimaksud Dengan Hutan

Apa Yang Dimaksud Dengan Hutan

Oleh karena itu, metode dan definisi yang digunakan bersifat universal dan berdasarkan prinsip-prinsip penelitian ilmiah. GFW menggunakan data dan metode yang dihasilkan oleh tim peneliti UMD.

Hutan Untuk Masa Depan #forestsforfuture

Hadirnya berbagai platform data yang terbuka dan independen seperti GFW dan Forest Atlas melengkapi berbagai data yang ada saat ini. Transparansi data dan informasi membuka ruang bagi semua pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan publik untuk berdiskusi dan menghasilkan informasi yang lebih baik. Informasi yang lebih baik diharapkan mengarah pada kebijakan pengelolaan hutan yang lebih baik.

Faktanya, setiap studi ilmiah tentang hutan dapat mengembangkan definisi hutan dan menerapkan metode yang berbeda untuk menghitung deforestasi. Masing-masing metode tentunya akan memiliki kelebihan dan kekurangan, antara lain dalam hal definisi hutan, definisi deforestasi, unit pemetaan, periode pemantauan, dll. Dengan metode yang berbeda tentunya data yang dihasilkan akan berbeda pula. Perbedaan metodologis ini biasa terjadi dalam diskusi akademik untuk lebih membuka ruang diskusi dan perbaikan metode.

Atau hutan primer basah tropis berdasarkan hasil penelitian UMD yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah oleh Margono et al. (2014) dan Turubanova et al. (2018). Menurut kedua studi tersebut, hutan primer didefinisikan sebagai hutan basah tropis alami yang belum sepenuhnya terdeforestasi dan belum digantikan oleh jenis tutupan lahan lain dalam jangka waktu yang lama. Dalam kedua penelitian tersebut, hutan primer dibagi menjadi dua jenis: hutan primer utuh dan hutan primer tidak utuh.

Untuk hutan primer utuh, Turubanova et al. (2018) mendefinisikannya sebagai blok besar kawasan hutan, dekat satu sama lain, tidak tersentuh oleh aktivitas manusia, dengan luas minimal 50.000 hektar.

Kerusakan Hutan Di Indonesia Dan Tinjauan Hukumnya

Sementara itu, hutan primer utuh didefinisikan sebagai fragmen dari kawasan hutan yang lebih kecil dan kawasan hutan yang berdekatan yang terpapar aktivitas manusia dan berbagai gangguan lainnya. Gangguan – termasuk pembangunan jalan, pembukaan lahan intensif dan kebakaran – terdeteksi dengan resolusi spasial 30 meter (0,09 ha).

Definisi ‘hutan primer’ di Turubanova et al. (2018) yang digunakan oleh UMD dan dirujuk oleh GFW berbeda dengan definisi ‘hutan primer’ KLHK di Indonesia.

Sementara itu, definisi ‘hutan primer’ dari KLHK hanya mengacu pada hutan alam utuh. Definisi ini merupakan bagian dari terminologi umum ‘hutan alam’ yang meliputi ‘hutan primer’ dan ‘hutan sekunder’, di mana ‘hutan primer’ adalah hutan alam utuh dan ‘hutan sekunder’ adalah hutan alam tidak utuh yang telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. . masuk atau gangguan. .

Apa Yang Dimaksud Dengan Hutan

Dengan demikian, yang dimaksud dengan “hutan primer” oleh UMD lebih dekat dengan istilah “hutan alam” menurut definisi KLHK.

Bioma Hutan Hujan Gugur: Definisi, Ciri Ciri, Serta Manfaatnya

Hasil perbandingan spasial data ‘hutan primer’ dari studi UMD dalam jurnal Margono et al. (2014) dan data ‘hutan alam’ KLHK yang dibuat oleh tim

(FREL) KLHK menunjukkan bahwa data ‘hutan primer’ UMD dan data ‘hutan alam’ KLHK serupa hingga 90 persen dengan tingkat kesalahan statistik yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa data ‘hutan primer’ UMD, berdasarkan studi Margono et al dan Turubanova et al. dan dirujuk oleh GFW dapat digunakan sebagai pembanding data resmi pemerintah untuk mengidentifikasi keberadaan hutan alam di Indonesia. Hasil analisis komparatif tersebut digunakan sebagai acuan dalam lampiran dokumen Forest Emission Reference Level (FREL) yang secara teknis diverifikasi dan diterima oleh UNFCCC pada tahun 2016 untuk digunakan sebagai acuan tingkat emisi dari sektor kehutanan.

Dalam laporan tahun 2019 tentang hilangnya tutupan hutan primer, GFW mengacu pada definisi hutan primer yang juga mencakup hutan alam utuh saat menghitung hilangnya tutupan hutan secara global. Dalam konteks konservasi hutan global, ‘hutan primer utuh’ terus memainkan peran penting dalam menyimpan karbon dan menyediakan fungsi habitat penting, meskipun ‘hutan utuh primer’ lebih terfragmentasi. Hilangnya ‘hutan primer yang tidak terintegrasi’ juga berdampak besar. Sebagai contoh, hilangnya ‘hutan primer’ (baik utuh atau tidak) di Indonesia pada tahun 2019 menghasilkan 187 megaton emisi CO2, dibandingkan dengan hanya 13 megaton emisi CO2 dari hilangnya ‘hutan primer yang utuh’.

Saat menganalisis kehilangan tutupan hutan primer, GFW hanya mempertimbangkan kawasan hutan primer dengan tutupan pohon minimal 30% seperti yang dijelaskan dalam studi oleh University of Maryland yang diterbitkan di Majalah Science (Hansen et al., 2013) dan juga disebutkan dalam peraturan Kemenhut no. . 14. Tahun 2004. tentang A/R CDM dan dokumen FREL Indonesia (2016). Hilangnya tutupan pohon tegakan (berdasarkan Hansen et al. 2013) di kawasan hutan primer termasuk dalam perhitungan global kehilangan tutupan hutan primer.

Apa Itu Hutan Hujan?

Sementara itu, KLHK mendefinisikan deforestasi sebagai hilangnya tujuh kelas hutan (termasuk hutan lahan kering primer dan sekunder, mangrove dan rawa gambut, serta hutan tanaman) berdasarkan peta tutupan lahan KLHK. Peta tutupan lahan dibuat dengan interpretasi visual ubin dari citra satelit Landsat pada peta seluas 6,25 hektar.

Perbedaan perhitungan kehilangan tutupan hutan dapat disebabkan oleh perbedaan definisi hutan, metode identifikasi tutupan hutan dan perhitungan kehilangan hutan.

Hutan basah tropis primer didefinisikan sebagai hutan basah tropis dewasa alami yang belum sepenuhnya dibuka dan digantikan oleh jenis tutupan lahan lain dalam jangka waktu yang lama. Hutan primer ini kemudian dibagi menjadi dua jenis: hutan utuh (alam) dan hutan tidak utuh (alam). Sumber Data: Turubanova, S., Potapov, P.V., Tyukavina, A. dan Hansen, M.C., 2018.

Apa Yang Dimaksud Dengan Hutan

Kelas hutan memiliki tujuh kelas tutupan lahan: hutan kering primer dan sekunder, hutan gambut dan rawa primer dan sekunder, hutan bakau primer dan sekunder, dan hutan tanaman. Sumber: Margono, B., Usman, AB, Budiharto, Sugardiman, R.A., 2016.

Prk Sebagai Salah Satu Solusi Permasalahan Hutan Indonesia

Hilangnya kawasan hutan primer dengan tutupan pohon minimal 30%. Hilangnya tutupan pohon tegakan (berdasarkan Hansen et al. 2013) di kawasan hutan primer termasuk dalam perhitungan global kehilangan tutupan hutan primer.

Bruto (hilangnya tutupan hutan tanpa memperhitungkan pertumbuhan kembali/penghijauan kembali tutupan hutan); Bersih (hilangnya tutupan hutan dikurangi pemulihan/reboisasi)

Data GFW menunjukkan tren penurunan hilangnya tutupan hutan primer di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Data resmi dari pemerintah Indonesia juga menunjukkan tren penurunan deforestasi bruto yang sama sejak 2015/2016.

Pada tahun 2019, data GFW menunjukkan bahwa Indonesia mengalami kehilangan tutupan ‘hutan primer’ hampir 324 ribu hektar, sedangkan data resmi pemerintah Indonesia mencakup deforestasi bruto (perubahan permanen tutupan hutan tanpa memperhitungkan reboisasi/reboisasi) sebesar 465 ribu hektar. . Estimasi kehilangan tutupan “hutan primer” yang direferensikan GFW umumnya lebih rendah daripada data deforestasi tahunan KLHK karena luas “hutan primer” yang diukur dengan GFW relatif lebih kecil daripada luas hutan yang diukur dengan KLHK.

Perhutanan Sosial Untuk Kesejahteraan Masyarakat Desa Hutan

Terakhir, masing-masing institusi dan institusi dapat merujuk pada definisi hutan dan metodologi kehilangan hutan yang berbeda. Namun semua informasi yang dihasilkan dapat saling melengkapi dan membuka ruang bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk berdiskusi dan menghasilkan informasi yang lebih baik untuk kebijakan pengelolaan hutan yang lebih baik telah mencapai usia lanjut dan karakteristik struktural tertentu sesuai dengan kedewasaannya; dan dengan demikian memiliki sifat ekologis yang unik.

Pada umumnya hutan primer terdiri dari pohon-pohon besar yang berumur panjang, berselang-seling dengan batang pohon mati yang masih berdiri tegak, tunggul dan kayu tumbang. Runtuhnya batang kayu biasanya membentuk lubang atau kelompok tegakan, memungkinkan sinar matahari masuk ke dasar hutan, dan merangsang pertumbuhan vegetasi bawah tanah. Hutan primer yang sedikit terganggu oleh manusia disebut hutan perawan.

Jenis hutan ini juga dikenal dengan nama lain dalam bahasa Inggris seperti old-growth forest, old forest, virgin forest, primitive forest, border forest, atau di Inggris Raya, old forest.

Apa Yang Dimaksud Dengan Hutan

Kebalikan dari kata tersebut adalah hutan sekunder, yaitu hutan yang merupakan hasil restorasi (pemulihan) setelah mengalami kerusakan ekologis yang hebat; misalnya melalui penebangan, kebakaran hutan, atau bencana alam. Secara umum, hutan sekunder dapat berangsur-angsur kembali menjadi hutan primer, yang tergantung pada kondisi lingkungan, akan memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun. Hutan berdaun lebar di Amerika Serikat bagian timur dapat kembali menjadi hutan primer dalam satu atau dua generasi tanaman, atau antara 150-500 tahun.

Ciri Ciri Hutan Hujan Tropis Yang Harus Kamu Ketahui

Banyak tegakan hutan primer yang terancam dan tidak lestari akibat perusakan habitat akibat penebangan atau penggundulan hutan. Perusakan habitat ini pada gilirannya menurunkan tingkat keanekaragaman hayati, yang berdampak tidak hanya pada kelestarian hutan primer itu sendiri, tetapi juga keberadaan spesies asli yang kelangsungan hidupnya bergantung pada lingkungan yang disediakan oleh hutan primer.

Hutan primer seringkali menjadi rumah bagi spesies tumbuhan dan hewan yang langka, rentan atau terancam punah, sehingga menjadikan hutan ini penting secara ekologis. Namun, keanekaragaman hayati di hutan primer mungkin lebih tinggi atau lebih rendah dari hutan sekunder, tergantung pada kondisi lokal, variabel lingkungan lokal atau lokasi geografis. Deforestasi hutan primer merupakan masalah utama di banyak bagian dunia.

Banyak definisi yang dikemukakan mengenai apa itu hutan primer, namun secara umum dapat diklasifikasikan menurut tiga kategori utama, yaitu definisi ekologi, sosial dan ekonomi.

Sebagian besar definisi menggunakan karakteristik tertentu untuk mendefinisikan entitas hutan utama. Biasanya ciri-ciri tersebut antara lain adanya pohon tua, tunggul atau batang mati yang masih berdiri, lapisan tajuk.

Hutan Musim Di Indonesia

Apa yang dimaksud dengan hutan sebagai sumber plasma nutfah, apa yang dimaksud dengan hutan mangrove, apa yang dimaksud dengan hutan tropis, apa yang dimaksud dengan kebakaran hutan, apa yang dimaksud hutan hujan tropis, apa yang dimaksud dengan hutan lindung, apa yang dimaksud dengan hutan homogen, apa yang dimaksud dengan hutan musim, apa yang dimaksud dengan dropship, apa yang dimaksud dengan hutan hujan tropis, apa yang dimaksud hutan, apa yang dimaksud kebakaran hutan

Leave a Reply

Your email address will not be published.