Pengasuh Ponpes Urug Sekaligus Ketua WN 88 Garut Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku Penganiaya KH Emon Umar Basyri

INILAHBERITA.COM – Pengasuh Pondok Pesantren Urug Bayongbong Garut sekaligus Ketua WN 88 Garut meminta kepada Kepolisian segera menangkap  pelaku penganiayaan terhadap Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hiadayah Santiong, KH Emon Umar Basyri (60). Pelaku penganiayaan itu pun harus segera dihukum berat atas perbuatannya.

Sabtu, 27 Januari 2018 terjadi penganiayaan yang sangat keji terhadap Ulama dan tokoh masyarakat Cicalengka. Diberitakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Santiong Cicalengka, KH. Umar Basri seusai wirid subuh secara tiba-tiba dipukuli oleh orang yang belum teridentifikasi identitasnya saat masih berdzikir di dalam masjid.

Pelaku melakukan penyerangan sesaat setelah lampu masjid dimatikan oleh santrinya sebagaimana kebiasaan dan permintaan beliau saat mendawamkan wirid shubuhnya. Penyerangan biadab tersebut menyebabkan luka-luka yang cukup parah sehingga KH. Umar Basri yang sering disapa akrab dengan panggilan Ceng Emon Santiong harus segera dilarikan ke RS AMC Cileunyi dan kemudian dirujuk ke RS Al-Ihsan guna mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kabar terakhir, ketika berita ini dilansir, beliau yang juga kakak dari KH. Ceng Amas Mansyur, telah siuman dan mulai pulih.

“Saya meminta Kepolisian secepatnya mengungkap kejadian ini, sehingga pelakunya harus tertangkap dan juga mendapat hukuman yang setimpal,” ujar Pengasuh Ponpes Urug Bayongbong Garut sekaligus Ketua WN 88 Garut Ade Wahidi, Minggu (28/1/2018). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *